A Windy Black Day

Setelah sekian lama Akhirnya kini cerah Hujan mata reda Pintu hati bisa kubuka Selamat jumpa, Angin Waktu Berhembuslah berlalu Sampai hatiku sejuk dan teduh Dan tenang bisa kurengkuh Aku menyapu debu yang menumpuk Sisa-sisa dari mimpi yang terburuk Lalu aku sampai di satu sudut Yang hampir, hampir saja terluput Di sana bayangmu berdiam Tenang walau…

Sapaan kepada Awan

Wahai awan nimbus-kumulus, yang putih mulus, mengapa terus murung, bergemuruh dalam mendung? Apakah lagi-lagi bertengkar dengan si tua kuning besar? Jangan menangis, jangan menangis. Jangan menderas, atau bahkan gerimis. Tak rindukah kau pada langit biru dan kicauan burung di hari baru? Aku rindu kau menaungi, melayang sejuk sepanjang hari. Beritahukan sedihmu padaku, yang gemeletuk hampir…

Lelah Sebelum Tidur

Mari beri seiris waktu bagi syair. Apalah arti air mata bagi penulis, jika bukan sekedar tinta cair? Hati miris. Sajak mengalir. Di luar, air hujan menitik, lalu menguar aroma harum tanah. Di sini, air mata menitik, lalu menguar aroma hati patah. Sedangkan di sepanjang harapan tipis, tak henti-henti perdebatan sadis. Hati bilang penantian ini romantis,…