Sapaan kepada Awan


image

Wahai awan nimbus-kumulus,
yang putih mulus,
mengapa terus murung,
bergemuruh dalam mendung?

Apakah lagi-lagi bertengkar
dengan si tua kuning besar?
Jangan menangis, jangan menangis.
Jangan menderas, atau bahkan gerimis.

Tak rindukah kau pada langit biru
dan kicauan burung di hari baru?
Aku rindu kau menaungi,
melayang sejuk sepanjang hari.

Beritahukan sedihmu padaku,
yang gemeletuk hampir beku,
supaya kau jadi tenang,
dan aku bisa berhenti berenang.

Wahai awan nimbus-kumulus,
yang putih mulus,
mengapa terus murung,
bergemuruh dalam mendung?

******
Image taken from nolimiteveryday.blogspot.com

2 thoughts on “Sapaan kepada Awan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s