Cinta Kentang (Keripik)


image

Aku membeli sekantung keripik
Sebelum mentari bersinar terik
Lalu kutaruh di atas meja
Di antara tumpukan kerja

Pikirku ia bisa sekedar jadi kawan
Saat jam berdentang belasan kali
Saat kantuk berkeliaran
Buas bagai hewan tak bertali

Tapi waktu kulahap isi bungkus itu
Tiap keping keripik seakan jadi koin
Yang lantas menggerakkan mesin waktu
Ke saat malam tak begini dingin

Dulu, benak belum penuh terisi uang
Keripik kentang seperti inilah saksinya
Dari tangan ke tangan ia melenggang
Saat malam masih hangat dengan tawa

Dulu, sahabat adalah selamanya dan setiap hari
Malam-malam panjang diisi keripik dan televisi
S’karang, sahabat hanyalah selamanya dalam hati
Tak sempat bertegur sapa karena terlalu letih

Keripik kentang, keripik kentang
Jugakah kau merasakannya?
Di ruangan ini tak ada cinta
Di ruangan ini tinggal aku seorang

Keripik kentang, keripik kentang
Dari tangan ke kenangan, kau datang
Pekerjaan juga datang, lalu pergi
Tapi teman yang t’lah pergi, datangkah lagi?

Di masa lembur, 2013

10 thoughts on “Cinta Kentang (Keripik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s