Cinta Kentang (Goreng)


image

Dulu aku masih tidak paham
Mengapa kau hitung kertas dan logam
Juga betapa jumlahnya masih
sama sekali tidak cukup
Jika ditukar dengan dua porsi
paket serta mainan yang bersekrup

Aku juga tak pernah curiga
Mengapa kau selalu bilang kenyang
Setiap kali aku dengan tega
Merengek minta dibelikan kentang

Kau akan merobek bungkus saos tomat
Lalu aku akan makan dengan nikmat
Kentang gorengnya langsung kumakan sendiri
Ayam dan lainnya disimpan untuk lauk kita nanti

Selama aku makan, kau memperhatikan
Sambil sesekali mengusap saputangan
Ke bibir mungilku yang tak henti
Menceritakan hal remeh tak berarti

Kau, aku, dan gundukan kuning garing di atas nampan
Melawan imunisasi, sekolah, pacar dan pekerjaan
Sampai sedikit-sedikit hidup kita terpisah
Dan kentang goreng jadi sekedar cemilan murah

Tapi hari ini aku kembali beli kentang goreng
Karena semenjak jalanku masih oleng
Kau telah berhasil ciptakan dongeng
Bahwa tak ada hari yang terlalu buruk
Saat di mulut, kentang berbunyi kriuk…

Namun sepertinya kau lupa menceritakan
Bahwa seporsi kentang itu kebanyakan
Jika harus kuhabiskan sendirian
Tanpamu untuk diajak berebutan

Tak ada kan kentang goreng di langit sana?
Tak bisakah kau kembali, sekali ini saja?
Mulai sekarang makan kentang harus sendirian
Membayangkan itu rasanya sangat mengerikan

Jadi hari ini aku menangis melihat kentang goreng
dan menuang banyak sekali saos tomat
Tapi tolong jangan bilang aku cengeng
Aku memang cukup umur untuk sambal
tapi airmata ini sudah pedas teramat sangat
sedang kosong kursi seberang tiada yang menambal

10 thoughts on “Cinta Kentang (Goreng)

  1. Ginaaaa… demi apapun puisi ini keren! Jadi sedih bacanya😦
    Hm, apakah akan ada cerita kentang selanjutnya? Biar jadi trilogi atau tetralogi kentang gitu😀

    • Serius? Sedih juga? Saya mikirin konsep dan nulisnya sambil nangis. Akibatnya, hari ini mata bengkak. Wakakakaka…
      Soal trilogi atau tetralogi kentang, lagi nyari ilham nih. Ada sih beberapa. Tapi mau coba bikin perasaan yang berbeda2, dan ga mau kentang ada di puisi itu karena dipaksa2in masuk :’D

      Selalu, terima kasih ya udah baca ^^

  2. Keren, keren. Tapi kenapa harus kentang goreng? Kan bisa aja telor goreng, atau telor ceplok mungkin. Tapi enakan paha ayam goreng sih.

    • Soalnya dalam Happy Meal ga ada telor goreng, lalu paha ayam goreng dan yang lain-lainnya dalam Happy Meal itu, disimpan untuk lauk makan malam nanti ^^ jadi yang dimakan hanya kentang gorengnya dulu.

      Terima kasih sudah menyukai tulisan saya🙂

    • Terima kasih sudah menyukai tulisan saya ^^ Memang di lapak inilah tempatnya kami Penjaja Kata bereksperimen dan berlatih menulis🙂
      Semoga berkenan berkunjung kembali di masa yang akan datang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s