A While Ago and Recently


I had a dream last night.  It feels so real I find myself feeling lost when I open my eyes and realize that it’s just a dream. I had a dream, and you were there.  It was you, inhaling your favorite green Marlboro menthol, wearing your favorite winter coat. Hey, I don’t even know that you are a smoker. Well, I guess there’s a lot of thing about you that I don’t know.

It’s been a while, huh?

That was what your eyes said. I found myself trembling, miffed about something that I could not recall. And then I noticed that you were holding my hand. Firmly. No, it was tight. And I felt safe. I told you I am cold, and then you put my hand inside your coat’s pocket, without letting go even for just a second.

Then I wake up.

catatan kecil saat ketinggalan kereta terakhir

15 thoughts on “A While Ago and Recently

  1. Ouch! I hope it can be real. Haha😀
    It’s just simple but super sweet. I don’t know, may be you have problem with the smokers or something. I always catch a glance that your story usually tell about them hahaha.
    Nice rambling, btw.

    • Thank you.
      Sweetness is not my kind of writing, but surprisingly I kinda like it, and I’m glad that you like it too :”)

  2. Walaupun nilai Bahasa Inggris saya gak bagus-bagus amat, saya rasa, saya masih bisa menikmati untaian kata yang disuguhkan di sini. Dan satu hal lagi yang sering kali saya pelajari di blog ini. Tulisan yang indah, belum tentu tulisan yang panjang dan penuh dengan diksi membingungkan.

    Tulisan yang indah bisa saja hanyalah dua paragraf singkat yang diolah dengan kata-kata manis dan cinta. I JUST LOVE IT~!

  3. Wogh… *tergugah*

    Bo-boleh ga ya saya post mimpi saya yg itu? (Omi pasti lgsg tau yg mana)

    Aaaaaaaa manis banget omiiii *meleleh*

    Ada satu catatan kecil: tensesnya agak kurang konsisten. <– the return of the spellchecker ahahaha

    • hai, Gsan…
      uhmm, maksudnya kurang konsisten gimana, kah? disini pemakaian simple past tense dialamatkan untuk menggambarkan mimpi tadi malam ketika si pemimpi baru saja baru bangun. mohon bimbingannya.

      Terima kasih.

      Eh, sepertinya ada sedikit misunderstanding, nih.
      Ini bukan entri diary saya pribadi, lho, dan ini bukan mimpi betulan. Hanya cerita singkat yang tiba-tiba muncul di kepala🙂

  4. I like this!!! Pernah denger lagu mocca ga? yang sangat pendeeek “On A Night Like this.” Dia surprisingly pendek, dan berhenti when u expect more.

    That’s what happen on this one.
    Saat ini berakhir, I want more. Tp karena ga ada, I ended up reading this again three times🙂 And it still doesn’t lose its magic.

    Ini rahasia *tapi diposting di komen umum, yeah, very smart, Stella*

    Saat membaca kalimat terakhir,
    “and then i wake up”

    My heart just sink. Sepersekian detik berhenti.
    Bagai diputusin pacar saat lagi dipeluk di puncak bianglala

    Ingin teriak pake mic di atas panggung ulang tahun Jakarta,
    “WHYYY??”

    A great job there really😉

    • Hallo, gigitbintang!

      Iya, saya tahu lagu itu. Lagu dari film kesukaan saya, Catatan Akhir Sekolah, dimana scene-nya Agni mau cium Alina tapi nggak jadi karena ketahuan sama Arian.

      Lagu yang pendek tapi manis banget, bikin senyum-senyum sendiri.

      Ah, iya betul banget penggambaran kamu! Nyesek ya?
      Mungkin kalau ini mimpi, saya bakal maksain tidur lagi, berharap mimpinya nyambung lagi.

      Terima kasih ya!🙂
      *tersipu-sipu di atas panggung ulang tahun Jakarta di sebelah kumis Foke*

  5. Waktu baca ini, sangat ingiiin ini ditulis dalam bahasa Indonesia. Entah kenapa akan indah Omi🙂

    Jadi saya aga lancang menerjemahkannya.
    Maaf kalau terjemahannya kurang sesuai, dear kawan-kawan tolong dibenarkan yaaa kalau ada yang salah😉 *lirik Gaby yang gue tahu sekali pasti nongol! ahahaha hey you, spell checker, sini kamuuuu :”D*

    Eniwei ini dia.
    I hope you don’t mind😉

    Aku bermimpi semalam. Terasa sangat nyata, sampai-sampai saat membuka mata, aku merasa kehilangan. Tersadar itu hanya mimpi.

    Aku bermimpi. Dan kamu ada di sana. Itu kamu. Menghirup Marlboro mentol hijaumu, dengan mantel musim dingin favoritmu. Hei, aku tak tahu kau perokok. Yah, kurasa banyak hal tentangmu yang tidak kutahu.

    Sudah lama, ya?

    Demikian ucap matamu. Aku menemukan diriku gemetar. Jengkel pada sesuatu yang tak bisa kuingat. Seketika aku tersadar. Kamu menggenggam tanganku. Erat. Tidak. Sangat erat. Dan aku merasa aman. Aku memberitahumu aku kedinginan. Lalu kau memasukkan tanganku ke dalam kantong mantelmu tanpa melepasnya sedetik pun.

    Lalu aku terbangun.

    • Usul, kantong jadi saku. Lebih romantis kekekekeke…

      Wuah! Omi jadi penjaja kata pertama yg karyanya diterjemahkan jadi dua bahasa! *heboh sendirian ga jelas*

    • Aduh.
      Ada. orang. yang. terkesan. sama. karya. saya. sampai. diterjemahkan.

      *lagi-lagi pingsan di pelukan dr Tejas*

      TERIMA KASIH!! –> diteriakkan dari Monas, mencuri podium pidato Foke
      Terharu banget sampai mata berkaca-kaca. Hiks. Hiks. Terima kasih banyak, senang rasanya menemukan karya saya memiliki ruang di hati pembacanya.

      Terjemahan ini benar-benar membuat hari saya terasa ceria😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s